Mahasiswa ber-PATRIOT ( Prestatif-Aktif-Tanggap-Kritis-Visioner-Tanggung Jawab)

Posted by Rican Margareta Sabtu, 26 November 2011 2 komentar
Mahasiswa yang Ber-Patriot
Mahasiswa merupakan sebuah komunitas unik di masyarakat, karena mahasiwa merupakan syatu agen peradaban yang memikul tanggung jawab tentang nasib bangsa ini. Karena mahasiswa sendiri merupakan Agent of Change yakni sebagai agen perubahan untuk menjadi bangsa yang lebih maju serta makmur sehingga bangsa Indonesia sendiri menjadi bangsa yang lebih maju daripada sebelum-sebelumnya. Mahasiswa, ibarat sebuah anugerah yang datang berupa kewajiban. Kewajiban membangun bangsa dan negara. Kemudian dari sinilah timbul sebuah pertanyaan besar, bagaimana menjadi sosok mahasiswa yang ideal ? Yakni mahasiswa yang prestatif di segala bidang, akan tetapi mahasiwa yang prestatif saja bukan merupakan mahasiswa yang ideal.
 
Mahasiswa ideal juga harus bisa berpikir kritis, yakni mahsiswa yang tidak mudah merubah sesuatu, selalu  merasa tidak puas sehingga memiliki hasrat yang tinggi untuk ingin mengetahui yang lebih jauh. Maka seyogyanya, seorang mahasiswa harus bisa memberikan solusi terhadap setiap permasalahan yang ada, dan senantiasa memberikan “warna” terbaik terhadap lingkungan sekitarnya. Jadi tidak asal mengkritisi sesuatu yang bahkan tidak memberikan solusinya. 
Mahasiswa tidak selayaknya hanya diam dan asyik dengan dunianya sendiri, baik dunia pribadi maupun dunia kampus, tanpa peduli dengan masalah sosial di tengah masyarakat. Selain menjadi mahasiswa yang kritis, mahasiswa juga harus menjadi mahasiswa yang aktif. Mahasiswa yang aktif bukan berarti mahasiwa yang kerjaannya setiap hari melakukan demonstrasi di jalan raya, yang dimaksudkan mahasiswa yang aktif ialah mahasiswa tersebut tidak hanya berkecimpung di dunia perkuliahannya saja melainkan mahasiswa tersebut juga terjun ke dalam ranah organisasi. Tentu saja hal tersebut juga tidak membuat prestasi dari mahasiswa itu sendiri menjadi jeblok, bukan berarti mahasiwa yang berorganisasi memiliki prestasi yang kurang. Itu semua tergantung pada mahasiswanya sendiri, mahasiwa tersebut harus pandai mengatur waktunya sendiri. Disinilah letak kedewasaan dan kearifan mahasiswa dalam menyikapi dan memanajemen diri dengan sebaik mungkin antara aktif berorganisasi serta berprestasi baik di bidang akademis maupun non akademis. Tetapi untuk berorganisasi pun juga ada batasnya agar tidak mengganggu kuliah karena tujuan utama kita menimba ilmu dan organisasi adalah support dari kuliah yang dijalani dimana organisasi dapat memoles pola pikir kita agar lebih matang. Karena itu, mahasiswa harus mendorong diri mereka untuk tetap berpikir kritis dan terbuka. Dengan demikian, mahasiswa mampu menjadi penjaga perjalanan bangsa Indonesia. Selain prestatif, aktif, serta kritis, mahasiswa juga memerlukan suatu sikap tanggap. Tanggap terhadap masalah-masalah yang ada di sekitarnya serta mengerti situasi yang terjadi di sekitarnya dan tidak membiarkannya begitu saja, melainkan harus melakukan sesuatu supaya masalah tersebut terselesaikan. Misalnya saja jika di suatu wilayah di Indonesia terkena bencana banjir, maka senagi mahasiswa tentunya harus tanggap terhadap masalah tersebut, caranya misalnya dengan mengumpulkan sumbangan untuk dikirimkan ke lokasi bencana atau bahkan mandatangi lagsung ke lokasi tersebut dan membantu masyarakat yang disana. 
Sebagai komunitas yang mempunyai peran strategis dalam kehidupan bangsa, mahasiswa harus mampu merumuskan impian besar untuk membangun masyarakat dan bangsanya. Sejarah telah mencatat bahwa perubahan suatu bangsa banyak dipelopori oleh para mahasiswa dan kaum pemuda sebagai contoh pada saat tragedi 1998 lalu, mahasiwa lah yang menjadi pelopor dalam tragedi Mei 1998 tersebut. Mahasiswa-mahasiwa yang visioner senantiasa dibutuhkan Indonesia pada hari ini dan di masa depan. Penyadaran akan pentingnya sebuah impian perlu disadarkan pada mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang visioner, mahasiswa sebagai generasi muda yang visioner yakni perencana yang dapat memperkirakan masa depan, serta terampil menempatkan diri pada situasi, waktu dan tempat yang tepat ialah suatu hal paling kecil yang dapat dilakukan sebelum melakukan hal besar. Komponen selanjutnya untuk menjadi mahasiswa yang ideal yaitu mahasiswa harus bertanggung jawab dalam berbagai situasi. Misalnya saja tanggung jawab terhadap bangsa dan negaranya sendiri, di ITS sendiri uang SPP disubsidi oleh pemerintah, tentu saja uang yang digunakan ialah uang negara, alias uang rakyat. Oleh sebab itu mahasiswa sendiri punya tanggung jawab yang lebioh kepada bangsanya. Mahasiswa harus berkontribusi sebnayak-banyaknya kepada rakyat Indonesia sebagai wujud dari pembayaran “hutang”. peranan mahasiswa mengalami pergeseran nilai dan tujuan. Mahasiswa kini tak lagi idealis seperti dulu, banyak peranan mahasiswa yang diboncengi oleh banyak kepentingan yang ada. Selain itu, peranan mahasiswa yang seharusnya menjadi pembawa aspirasi rakyat, kini mulai bergeser menjadi academic oriented saja dengan hanya belajar sebagai kegiatan utama. Perlu ingat, mahasiswa hakikatnya lahir dari RAHIM RAKYAT, dan sudah sepantasnyalah mahasiswa membela kepentingan rakyat. Karena itu, mahasiswa harus berjuang keras untuk maju dan memiliki visi untuk maju itu sendiri di kalangan mereka. Sikap mandiri itu juga akan menjadi landasan untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini. Akhirnya, dari meleburnya enam karakteristik tersebut akan melahirkan sosok mahasiswa yang mempunyai idealisme yang tinggi dan dapat mewujudkan mahasiswa yang ideal yang merujuk kepada prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner, serta bertanggung jawab. Hidup Mahasiswa!
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Mahasiswa ber-PATRIOT ( Prestatif-Aktif-Tanggap-Kritis-Visioner-Tanggung Jawab)
Ditulis oleh Rican Margareta
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://duniarican.blogspot.com/2011/11/mahasiswa-ber-patriot-prestatif-aktif.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

:))

kim so eun mengatakan...

Like this blog very much :D

Posting Komentar

Cara Buat Email Di Google | Copyright of Menggali Jejak Inspiratif ☺.