Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Man Jadda Wa Jadda

Posted by Rican Margareta Kamis, 22 Desember 2011 0 komentar


Orang berilmu dan beradap tidak akan diam dikampung halaman
Tinnggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang
Singa jika tak akan tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaranjika matahari diorbitnya tidak bergerak dan terus diamtentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan. (Imam Safii)

Baca Selengkapnya ....

Chicken Soup for the Teenage Soul

Posted by Rican Margareta 0 komentar

Identitas Buku
Judul: Chicken Soup for the Teenage Soul
Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kimberger
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa: Femmy Syahrani
Halaman: xxii + 282
Cetakan: Keempat belas, November 2005
Ukuran: 20 x 13,5 x 1,5 cm

Chicken Soup for the Teenage Soul merupakan salah satu seri buku dari serial Chicken Soup for the Soul. Buku ini berisi kisah-kisah nyata para penyumbang yang dibagi dalam 8 genre, yaitu tentang pacaran, persahabatan, keluarga, cinta dan kebaikan, pembelajaran, masalah sulit, melakukan sesuatu yang berarti dan meraih cita-cita, dengan jumlah total 64 kisah.
Sebagian besar teknik penceritaan yang digunakan adalah narasi, Namun, beberapa kisah lainnya disampaikan dalam bentuk puisi.
Para penyumbang Chicken Soup for the Teenage Soul adalah mereka yang peduli terhadap sesama dan ingin berbagi kisah yang memiliki tujuan sama, memberi inspirasi dan pandangan kepada para remaja dalam mengenyam masa-masa yang berharga ini. Mereka adalah para remaja, ibu-ibu yang berbagi kisah masa-masa sekolah mereka, penulis, penjaga gereja, wartawan, seniman, dosen, serta actor dan aktris ternama. Kisah-kisah mereka sangat senada dengan kehidupan para remaja, kehidupan mereka yang sedang mencari jati diri.
Jack Schlatter, adalah salah satu penyumbang kisah dalam buku ini yang menceritakan betapa pentingnya sebuah kejujuran.
Aku tak akan pernah melupakan hari pertama kali aku melihat “impian berjalan”. Namanya Susie Summers (namanya sengaja diubah untuk melindungi si dia yang menakjubkan). Senyumnya, yang bekilau di bawah kedua matanya yang bak bintang kejora, sungguh mempesona dan membuat penerimanya (terutama kaum pria) merasa sangat istimewa.
Memang kecantikannya mencengangkan, Namun, kecantikan batinnyalah yang selalu kuingat. Dia bebar-benar mempedulikan orang lain dan merupakan seorang pendengar yang sangat berbakat. Selera humornya yang dapat mencerahkan seluruh hati Anda dan kata-katanya yang bijaksanan selalu pas dengan apa yang Anda ingin dengar. Dia bukan saja dikagumi, melainkan sungguh-sungguh dihargai oleh pria maupun wanita. Meskipun dia memiliki segalanya yang dapat disombongkan, dia sangatlah rendah hati.
Tak usah dikatakan lagi, dia menjadi dambaan setiap pria. Terutama aku. Aku pernah menemaninya masuk ke kelas, dan pada hari lainnya aku pernah makan siang berdua saja dengannya. Rasanya seperti di langit ke tujuh.
Waktu itu kupikir, “Kalau saja aku punya pacar seperti Susie Summers, aku tak akan pernah melirik gadis lain.” Tapi, aku yakin bahwa gadis sehebat dia tentulah sudah memiliki pacar, yang jauh lebih baik dariku. Meskipun aku ketua OSIS, aku tahu aku tak mungkin menjadi pacarnya.
Jadi, saat wisuda, aku pun mengucapkan salam perpisahan kepada cinta pertamaku.
Setahun kemudian, aku bertemu dengan sahabatnya di sebuah pertokoan , dan kami makan sian bersama. Dengan tenggorokan tersumbat, aku menanyakan keadaan Susie. Dengan tenggorokan tersumbat, aku menanyakan keadaan Susie.
“Yaaah, akhirnya dia bisa juga melupakanmu,” jawabnya.
“Apa maksudmu?” tanyaku.
“Kamu benar-benar kejam padanya. Kamu biarkan dia memendam harapan, menemaninya masuk kelas, dan membiarkannya mengira bahwa kamu tertarik padanya. Kamu masih ingat waktu makan siang berdua dengannya? Dia menunggu teleponmu sepanjang minggu. Dia begitu yakin kamu akan meneleponnya dan mengajaknya berkencan.”
Aku begitu takut ditolak sehingga tak berani mengambil resiko untuk memberitahukan perasaanku terhadapnya. Seandainya waktu itu aku mengajaknya berkencan, dan ternyata dia menolak? Apa hal terburuk yang mungkin terjadi? Paling-paling aku tak jadi berkencan dengannya. Tanpa mengajaknya pun aku tidak berkencan dengannya. Yang lebih buruk lagi adalah bahwa sebenarnya waktu itu aku bisa berkencan dengannya. Aww kewl kan ?
Kelebihan
  • Merupakan kumpulan kisah nyata yang senada dengan kehidupan remaja,
  • Kisah yang terdapat dalam buku tidak berkesinambungan sehingga pembaca dapat memilih kisah yang diinginkan tanpa terikat pada kisah lainnya,
  • Pempartisian isi buku memudahkan pembaca memilah isi buku,
  • Bahasa yang tidak terlalu baku serta mudah dimengerti,
  • Disertai ilustrasi/gambar pendukung,
  • Terdapat kutipan-kutipan kata mutiara di sebagian besar awal kisah,
  • Jaket kaver yang menambah manisnya tampilan buku.
Kekurangan
  • Tidak ditemukan kelemahan dalam buku ini. [sepertinya mustahil ada sebuah buku tanpa kelemahan, kecuali Al Qur'an, -editor]
Pelajaran yang bisa dipetik
  • Buku-buku sejenis Chicken Soup for the Teenage Soul dapat memiliki kebermanfaatan yang relatif sama seperti,
  • Memberikan pandangan universal kepada pembaca tentang suatu permasalahan, dalam hal ini adalah masalah-masalah yang dihadapi remaja.
  • Memberikan motivasi bagi pembaca

Baca Selengkapnya ....

Awas ! Serangan Manusia Setengah Salmon

Posted by Rican Margareta Rabu, 21 Desember 2011 0 komentar

Manusia Setengah Salmon yang merupakan buku keenam dari Raditya Dika. Manusia Setengah Salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sembilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika.
Berikut ini akan saya tampilkan sedikit sinopsis tentang Manusia Setengah Salmon yang akan beredar di seluruh toko buku Indonesia tanggal 24 Desember mendatang.
 "Nyokap memandangi penjuru kamar gue. Dia diam sebentar, tersenyum, lalu bertanya, ‘Kamu takut ya? Makanya belom tidur?’
‘Enggak, kenapa harus takut?’
‘Ya, siapa tahu rumah baru ini ada hantunya, hiiiiii...,’ kata Nyokap, mencoba menakut-nakuti.
‘Enggak takut, Ma,’ jawab gue.
‘Kikkikikiki.’ Nyokap mencoba menirukan suara kuntilanak, yang malah terdengar seperti ABG kebanyakan ngisep lem sewaktu hendak photobox. ‘Kikikikikiki.’
‘Aku enggak ta—’
‘KIKIKIKIKIKIKIKI!’ Nyokap makin menjadi.
‘Ma,’ kata gue, ‘kata orang, kalo kita malem-malem niruin ketawa kuntilanak, dia bisa dateng lho.’
‘JANGAN NGOMONG GITU, DIKA!’ Nyokap sewot. ‘Kamu durhaka ya nakut-nakutin orang tua kayak gitu! Awas, ya, kamu, Dika!’
‘Lah, tadi yang nakut-nakutin siapa, yang ketakutan siapa.’ 
Sepenggal sinopsis diatas telah sukses membuat kita penasaran serta sangat ingin membuat kita segera memiliki Manusia Setengah Salmon ini.Mengenai alasan Raditya Dika memilih judul Manusia Setengah Salmon, ia mengungkapkan di blognya jika judulnya Manusia Setengah Salmon, karena kebanyakan isi dari bukunya bercerita tentang perpindahan. Nah, salmon adalah binatang yang mempunyai ritual perpindahan (migrasi) yang hebat setahun sekali untuk bertelur.

Baca Selengkapnya ....

Hafalan Sholat Delisa

Posted by Rican Margareta 0 komentar

Jenis Buku : Novel
Judul : Hafalan Shalat Delisa
Pengarang : Tere – Liye
Penerbit : Republika
Tahun terbit, Cetakan ke- : 2008, Cetakan ke-7
Jumlah Halaman : 270 halaman
Novel yang karya Tere – Liye ini sebenarnya dilatar belakangi oleh bencana Tsunami 2004 di Aceh. Novel ini diawali oleh kisah tentang kehidupan sebuah keluarga yang bahagia, harmonis serta religius. Dalam kesehariannya, keluarga ini diurus oleh Ummi-nya, karena ayahnya bekerja di Luar Negeri dan baru pulang beberapa bulan sekali. Di keluarga ini, terdapat tradisi, anak yang telah hafal bacaan shalat maka akan diberi hadiah sebuah kalung. Ketika hari itu tiba, Delisa memulai hafalannya akan tetapi datanglah tsunami hingga kisah haru pun dimulai.
Tsunami yang terjadi pada hari itu, merubah hidup Delisa 180 derajat. Saudara – saudaranya meninggal, Ibunya hilang bersama kalung hadiahnya. Kalung indah dengan liontin “D” untuk Delisa. Belum lengkap, kaki si kecil Delisa pun terpaksa diamputasi. Tapi yang mengherankan, bagaimana Delisa yang baru berusia 6 tahun, tetap ingat dan memikirkan bacaan shalatnya, berusaha menghafalnya. Yang nantinya, segera setelah ia hafal dan melakukan shalat pertamanya dengan bacaan shalat yang lengkap , menghantarkan ia pada hal yang sangat menakjubkan.
Yang menarik dari novel ini adalah, adanya bait – bait puisi yang disertakan pada setiap akhir bab cerita,-kadang saat peristiwa-peristiwa penting- yang seolah – olah menyemangati Delisa serta menggugah hati kita lebih dalam tentang makna yang terkandung dalam novel tersebut. Ini juga dilengkapi oleh penggunaan bahasa yang mungkin tidak “sastra” , tetapi “to the point”dan sederhana, yang membuat pesan lebih tersampaikan ke semua kalangan pembaca. Seolah – olah , penulis memang mempunyai maksud yang kuat untuk menyampaikan amanat yang terkandung dalam novel ini, yang mungkin dikarenakan juga oleh latar belakang penulisan novel ini.
Adapun hal yang menjadi sorotan resensator–kalaupun tidak disebut sebagai kelebihan- adalah sikap Delisa yang tampak sangat dewasa, melihat usianya yang baru 6 tahun. Sikapnya saat menerima berbagai cobaan yang dihadapinya tidak cocok dengan umurnya . Nilai plusnya adalah para pembaca menjadi lebih terharu hatinya karena berkaca pada sikap Delisa dalam menerima cobaan. Selain itu, terkadang pembaca menjadi rancu mengenai latar dan tempat karena perubahan yang tiba – tiba. Tetapi untungnya, jalan cerita yang menghanyutkan membuat kita tidak peduli akan kerancan ini.
Pada akhirnya, dengan segala kandungannya, novel ini wajib dibaca oleh mereka yang sedang merenungi dan mencari makna dan arti hidup yang sebenarnya. Bahkan bagi para remaja juga dianjurkan membaca novel ini, karena akan memperkaya nilai – nilai kehidupan dalam proses pencarian jati diri mereka. Energi untuk ‘hidup’ yang dibawa oleh novel ini sangatlah besar, dan bisa membuka sudut pandang yang baru tentang kehidupan ini. Resensator pun maklum jika nantinya, air mata para pembaca jatuh menetes saat membuka lembaran – lembaran novel ini. 


Baca Selengkapnya ....

Arthur Christmas

Posted by Rican Margareta 0 komentar

Directed by Sarah Smith
Produced by Steve Pegram
Written by Peter Baynham, Sarah Smith
Starring James McAvoy, Hugh Laurie, Bill Nighy, Jim Broadbent, Imelda Staunton, Ashley Jensen, Ramona Marquez, Marc Wootton, Iain McKee, Joan Cusack, Robbie Coltrane, Michael Palin, Dominic West, Andy Serkis, Miggie Donahue, Eva Longoria, Laura Linney
Music by Harry Gregson-Williams
Cinematography Jerrica Cleland
Editing by John Carnochan, James Cooper
Studio Sony Pictures Animation/Aardman Animations
Running time 97 minutes
Country United Kingdom, United States
Language English


Film Arthur Christmas, akhir-akhir ini sedang hangat-hangatnya di bioskop seluruh dunia menyambut datangnya Hari Natal tahun ini. Film yang menceritakan tentang seorang Santa Claus yang tidak menyadari pentingnya kehadiran teknologi dalam membatu kehidupan sehari-harinya termasuk dalam tugasnya dalam membagikan kado natal kepada seluruh anak-anak di dunia. Setidaknya begitulah yang dialami oleh Arthur. Berkat anaknya yang paling tua – dan kini sedang bersiap untuk menggantikan posisinya, Steve, orang yang saat ini sedang menjabat posisi sebagai Santa Claus telah mengadopsi teknologi canggih yang mampu membuatnya dan sekelompok besar pembantunya untuk menghantarkan setiap kado yang ia miliki kepada setiap anak di seluruh dunia dengan tepat waktu sebelum masa perayaan Natal dimulai. Namun, seiring dengan waktu, pemanfaatan teknologi tersebut membuat masa pembagian bingkisan-bingkisan tersebut menjadi kurang berkesan… dan hanya sekedar menjadi sebuah tugas dan kewajiban belaka. Kini, bagi sang Santa Claus sendiri, Natal tak lebih dari sekedar sebuah roda bisnis yang harus ia jalani.
Keunggulan utama Arthur Christmas terletak pada penulisan skenarionya yang mampu menyeimbangkan kehadiran deretan komedi yang mampu menghibur dengan kehadiran kisah drama yang dapat menyentuh para penontonnya. Peter Baynham dan Sarah Smith juga mampu menghindarkan Arthur Christmas dari berbagai hal-hal klise yang banyak membuat film-film bertema Natal menjadi terkesan terlalu datar. Kombinasi antara kuatnya penulisan naskah, susunan karakter, kemampuan para deretan pengisi suara dan tampilan tata visual mengagumkan yang kemudian membuat Arthur Christmas berhasil menjadi terasa begitu segar untuk dinikmati

Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Menggali Jejak Inspiratif ☺.