Berkomunikasi yang baik di Depan Umum
Senin, 19 Desember 2011
0
komentar
Kuliah tamu pada Jumat
lalu (16/12) membahas mengenai Public Speaking. Apa itu Public
Speaking ?
Nah, postingan kali ini saya akan membahas mengenai Public Speaking.
Public
speaking adalah proses berbicara kepada sekelompok orang secara sengaja
serta ditujukan untuk menginformasikan, mempengaruhi, atau menghibur pendengar.
Seni dan ilmu public speaking khususnya di lingkungan yang kompetitif
di Amerika Utara, juga dikenal sebagai forensics. Kata forensik adalah
sebuah kata sifat yang berarti “perdebatan umum atau argumen.” Kata tersebut
berasal dari bahasa Latin forensis, yang berarti “dari forum.”
Tujuan
utama dari public speaking dapat dicapai dengan penyampaian informasi
dengan sederhana sehingga dapat memotivasi orang untuk bertindak. Seorang
orator yang bagus dapat mengubah emosi pendengar mereka, tidak hanya
menginformasikan kepada mereka.
Public
speaking memiliki beberapa komponen yang berkaitan seperti Motivasi
berbicara, kepemimpinan/pengembangan pribadi, bisnis, layanan pelanggan,
komunikasi kelompok besar, dan komunikasi massa. Public Speaking bisa menjadi
alat yang jitu jika digunakan untuk keperluan seperti memotivasi, mempengaruh,
membujukan, menginformasikan, menterjemah, atau sekedar menghibur.
Public
speaking atau berbicara di depan public bagi sebagian orang merupakan hal
yang berat dan sukar, bahkan jika perlu dihindari. Ada juga yang beranggapan
bahwa public speaking bukanlah bagian dari jalan hidupnya, biarlah
orang lain yang memang berbakat untuk menjadi pembicara yang melakukannya.
Apakah
public speaking adalah persoalan bakat? Tidak. Setiap orang punya
bakat yang sama untuk berbicara, tinggal bagaimana orang tersebut
mengembangkannya.
Dapatkah
orang yang pendiam/introvert menjadi pembicara yang ulung? Tentu saja
bisa. Pendiam hanyalah soal pembawaan. Banyak pemimpin yang berpembawaan diam,
namun saat berorasi berapi-api dan mampu mengobarkan semangat.
Kunci
dari public speaking adalah latihan. Saat ini, mulailah
berlatih untuk berbicara di depan kelas saat ada kesempatan. Dengan latihan dan
memperbaiki diri terus menerus, maka kemampuan untuk dapat berbicara di depan
umum akan semakin meningkat. Ingat! Jangan berputus asa atau gampang menyerah
manakala Anda merasa bahwa pembicaraan Anda tidak/kurang bagus
Menurut
Charles Bonar, kendala dari Public Speaking itu sendiri :
1.
TIDAK MAMPU MENGENAL KEKUATAN DIRI SENDIRI
Banyak
pihak berpikir kemampuan berbicara “datang begitu saja” karena anugrah dari
langit. Padahal sebenarnya dalam konteks kekinian, Kekuatan untuk Berbicara
dengan public datangnya dari “PENGETAHUAN” akan siapa diri kita sebenarnya
termasuk mengetahui apa sebetulnya yang menjadi Tujuan Hidup serta mengetahui
Kekuatan dan Kelemahan diri kita.
2.
“VIRUS VERBAL” (VERBAL GRAFFITI)
Permasalahan
yang sering dihadapi saat berbicara tanpa disadari terisi dengan word filter
yang tidak memiliki arti, contoh : eh, ehm, anu, nng, you know, well,
oke, begitulah, dsb. Hal ini bisa merusak pesan yang akan disampaikan pembicara
dan menghilangkan ketertarikan audience untuk menyimak isi pembicaraan.
3.
APRESIASI (PEMEKARAN POLA PIKIR)
Seringnya
kendala berapresiasi saat bicara adalah karena kurangnya wawasan pembicara
sehingga menghambat munculnya kreatif berfikir dan berbicara serta bisa
berdampak penyampaian pesan yang monoton dan suasana yang membosankan.
4.
PUBLIC SPEAKING RHYTHM (KETRAMPILAN GERAK & TAMPIL)
Public
Speaker sering melupakan pentingnya ekspresi dan seni gerakan saat berbicara di
depan umum, faktornya bisa dikarenakan : terpaku dengan satu konsentrasi
berfikir, rasa gugup, kurang percaya diri dan sebagainya.
5.
SPEAKER JITTERS (KEGUGUPAN PEMBICARA)
Tidak
efektifnya persiapan seseorang saat akan tampil bicara, bisa karena kurangnya
persiapan; apresiasi kata (masalah no.2), tidak latihan, tidak mengenal baik
audience/interviewer, tidak dalam kondisi fit dan ditutup rasa khawatir yang
besar.
6.
HISTORY OF SELF MOTIVATION
Banyak
pembicara yang lupa akan motivasi yang harus diterapi pada dirinya. Tidak
sepenuhnya belajar mengenal karakter pribadi sehingga berdampak kurangnya
perhatian pada diri sendiri saat tujuan hidup digerakkan dengan ukuran motivasi
yang terkadang terlalu sederhana dan singkat ataupun berlebihan (terlalu
percaya diri)
7.
TRICKY Q & A
Sering
pembicara terjebak dalam sesi Q & A/interview yang membuat dirinya malu,
beberapa faktornya yaitu tidak siap/tidak focus serta kurangnya strategic
skills untuk menghindari tricky Q & A.
Terkadang
ketika kita sedang berbicara di depan umum, seringsekali penonton tidak
memperhatikan kita tampil, untuk itu diperlukan 3V :
1. Vocal
(Keluarkan Suaramu)
Kita punya suara
indah, oleh karena itu ketika berbicara vocal memang harus benar-benar jelas.
2. Verbal
(Perhatikan kata-kata)
Pilih kata-kata yang
indah, bayangkan jika kita berbicara kita seperti menjahit kata demi kata
hingga menjadi deretan kalimat-kalimat yang anggun dan indah.
3. Visualisasi
(cara mengekspresikan)
Terkadang orang akan
salah presepsi dalam menafsirkan apa yang kita bicarakan, untuk mencegahnya
kita harus pandai dalam mengekspreikan apa yang akan kita bicarakan.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Berkomunikasi yang baik di Depan Umum
Ditulis oleh Rican Margareta
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://duniarican.blogspot.com/2011/12/berkomunikasi-yang-baik-di-depan-umum.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Rican Margareta
Rating Blog 5 dari 5
0 komentar:
Posting Komentar