Persahabatan, Cinta, dan Kehidupan
Jumat, 16 Desember 2011
0
komentar
Persahabatan, Cinta, dan Kehidupan
Judul : 5cm
Penulis : DonnyDhirgantoro
Penerbit : Grasindo
Tebal : x + 381 halaman
Penulis : DonnyDhirgantoro
Penerbit : Grasindo
Tebal : x + 381 halaman
Bahwa belum pernah ada bukti nyata dalam angka yang bisa dipecahkan ilmu pengetahuan. Tentang bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta dan keyakinan, bisa membuat begitu banyak perbedaan yang mengubah kehidupan manusia.
Hanya impian dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan makhluk lain. Dan setiap kali impian dan cita-cita muncul, letakkan di depan kening kita. Jangan menempel. Biarkan menggantung 5 cm di depan kening. Supaya dia tidak terlepas dari mata kita. Dan yang bisa dilakukan seorang manusia terhadap mimpi dan keyakinannya adalah ia hanya tinggal mempercayainya.
Novel ini
menceritakan tentang persahabatan dari lima orang anak muda yang telah menjalin
persahabatannya selama tujuh tahun. Mereka adalah Arial yang paling tampan,
Riani sebagai satu-satunya wanita, Zafran yang berlagak seperti seorang
penyair, Ian yang paling subur badannya, dan Genta yang dianggap sebagai leader
dalam kelompok itu. Mereka memiliki hobi yang aneh-aneh mulai dari mengunjungi
kafe dari yang termahal dan yang termurah, sampai menonton layar tancap. Hingga
suatu saat dikarenakan ada rasa bosan satu sama lain, mereka memutuskan untuk
tidak bertemu dan berkomunikasi selama tiga bulan. Saat itulah mereka menemukan
hal-hal yang memperkaya hidup mereka sebelumnya. Pertemuan setelah tiga bulan
yang penuh dengan rasa kangen akhirnya dirayakan dengan sebuah perjalanan menuju
ke Gunung Mahameru.
Mereka melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api. Dalam
kereta mereka membahas hal-hal yang benar-benar konyol yang terkadang bisa
mengocok perut. Setibanya di Mahameru, mereka lalu menuju ke Ranu Pane dengan
mengendarai mobil jip. Di
jip tersebut, mereka bertemu dengan seorang pendaki yang bernama Deniek.
Sebenarnya, Deniek ini sudah berkali-kali mendaki Gunung Mahameru, ia juga
ingin ziarah ke tempat temannya yang hilang begitu saja di Mahameru. Temannya
itu bernama Adrian, namanya sama dengan Ian, yang
tentu saja membuat Ian rada terkejut. Sesampainya di Ranu Pane, mereka menginap semalam di sana. Anehnya, Ian
seperti melihat kuburan dekat tempat mereka menginap. Ternyata, keesokan
paginya ada seorang bapak yang mengatakan bahwa di dekat mereka menginap memang
ada kuburan. Ian pun merasa lega. Mereka mulai mendaki gunung pada pukul 03.00
pagi. Beberapa kali mereka beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah. Bahkan,
mereka mendapati masalah bahwa mereka kehabisan air, dan kaki Zafran pun lecet
hingga berdarah. Namun, sesampainya mereka di Ranu Kumbolo, mereka sangat
merasa lega karena di sana ada sebuah danau yang dapat menyelesaikan masalah
air mereka. Mereka pun beristirahat di sana, disertai dengan makan siang dan
berdiskusi.
Mereka
pun melakukan perjalanan kembali, udara yang semakin dingin, membuat mereka
semakin lelah. Namun, mereka menemukan lapangan luas yang penuh ilalang yang
sangat indah, yang membuat mereka kembali bersemangat. Akhirnya, mereka pun
memutuskan untuk melewati padang tersebut dalam perjalanan mereka. Mereka
memasuki hutan yang membuat Genta resah, karena dulu ia hilang di hutan
tersebut. Mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di Kalimati. Di tempat ini
Riani terpeleset dan jatuh ke dasar Kalimati. Kakinya kram, dan Arial berusaha
membantu Riani untuk menghilangkan kram tersebut. Begitu pun dengan Zafran,
ternyata luka lecetnya itu, mengeluarkan sedikit nanah dan banyak darah yang
membanjiri kaos kakinya, lecet tidak dirasakannya selama perjalanan. Namun
karena mereka pun merasa seram di Kalimati, akhirnya mereka melanjutkan
perjalanan. Sampailah
mereka di Arcopodo, di tempat ini mereka menginap semalam melepas rasa lelah.
Karena besok, tanggal 17 Agustus, mereka harus sampai di puncak Gunung Mahameru
untuk melaksaknakan upacara bendera. Setelah beristirahat cukup lama, mereka
membawa barang seperlunya untuk meneruskan perjalanan. Mereka menemukan makam
Adrian, teman Deniek yang hilang di Mahameru. Setelah berdoa untuk Adrian,
mereka meneruskan perjalanan. Ditengah perjalanan Arial tiba-tiba jatuh
terduduk dan merasa lemas. Arial berkata dia tidak ingin meneruskan perjalanan karena merasa tidak kuat.
Namun, dorongan dari teman-temannya membuat dirinya bangkit untuk bisa sampai
di puncak Mahameru. Perjalanan semakin melelahkan, mereka menanjak batu-batuan
yang suatu saat dapat menjatuhi mereka juga. Tiba-tiba, terjadi longsor batu
serta hujan abu yang membuat mereka panik dan kesakitan. Dinda dan Ian pingsan
tak sadarkan diri. Kepala Ian berdarah. Ian yang tak sadarkan diri, membuat
teman-temannya berpikir bahwa dirinya telah tiada. Kelima temannya menangis
karena merasa kehilangan Ian. Zafran berteriak memanggil nama Ian keras sekali.
Dan tiba-tiba Ian sadar. Kelima temannya merasa sangat lega. Bahkan, meskipun kepalanya terluka, Ian masih
sempat bercanda dengan teman-temannya.
Mereka pun
melanjutkan perjalanan, dan akhirnya sampai di puncak Mahameru. Mereka sangat
senang dan sangat bangga, bisa berada di tempat tertinggi di tanah Jawa. Pada
saat Sang Merah Putih dikibarkan. Mereka sangat terharu dan menitikkan beberapa
air mata tanda bahagia dan bangga. Setelah upacara, mereka turun gunung dan menginap
di Ranu Kumbolo. Keajaiban yang mereka rasakan tadi pagi masih terasa dalam
diri mereka hingga malam itu. Dan malam itu juga, Genta menyatakan perasaan
sukanya pada Riani. Namun, Riani tidak bisa menerima Genta, karena yang disukai
Riani adalah Zafran. Zafran dan Dinda belum tertidur dan mendengar semua yang
Genta dan Riani katakan. Dinda menyukai Genta, tetapi ternyata Genta suka pada
Riani. Malam itu cinta membuktikkan, bahwa cinta yang paling besar adalah cinta
Sang Pencipta terhadap yang dicipta-Nya.
Dimana sebuah perjalanan ini penuh dengan
keyakinan, cita-cita, mimpi, dan cinta. Perpisahan dan perjalanan yang mereka
lewati ini ternyata telah membuat mereka menjadi manusia yang sesungguhnya,
tidak hanya seonggok daging yang hanya bisa bicara, berjalan, dan punya nama.
Novel
karangan Donny Dhirgantoro ini memberikan kepada para pembaca suatu ajakan
untuk lebih mencintai tanah air yang kaya ini. Penggambaran tokoh-tokoh utama
dalam cerita ini cukup spesifik membuat pembaca seolah-olah kenal dengan
mereka. Walaupun konflik dalam cerita ini kurang, tetapi cerita ini merupakan
cerita yang bagus karena ringan dan mudah dipahami. Didalam cerita ini banyak
terdapat lirik-lirik lagu mancanegara sehingga jika tidak semua pembaca tahu
bagaimana lagu dari lirik tersebut. Meskipun begitu, cerita ini diselingi
dengan kata-kata dan kalimat yang dapat menunjukkan kepada para pembaca
bagaimana makna hidup itu dan bagaimana kita menjalani hidup ini dengan
sebaik-baiknya. Meskipun dalam novel ini tidak diterangkan apakah cerita
didalamnya itu bersifat nyata secara keseluruhan atau hanya fiksi tetapi cerita
ini telah mampu menghanyutkan pembacanya kedalam sebuah kisah yang bermanfaat
bagi seorang manusia.
10 tahun
kemudian..
Riani menikah
dengan Zafran, dan memiliki seorang anak yang bernama Zafran Jr. Arial menikah
dengan Indy, dan memiliki seorang anak yang bernama Arian. Genta menikah dengan
Citra, teman sekantor Riani, dan memiliki seorang anak yang bernama Aga. Dinda
menikah dengan Deniek, teman yang ditemuinya di Mahameru, dan memiliki seorang
anak yang bernama Deninda. Ian menikah dengan Happy dan memiliki seorang anak
yang bernama David. Mereka berenam memiliki anak yang satu TK pula. Mereka
merasa memang mereka tidak bisa saling lepas satu sama lain. Sebentar lagi 17
Agustus, anak mereka berlatih untuk upacara bendera di sekolah mereka. Dan
mereka tidak akan pernah melepaskan rumus mereka, ” Setiap kamu punya mimpi
atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, di depan kening kamu jangan
menempel, biarkan dia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening
kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu”, yang membuat mereka
yakin bahwa mereka pasti bisa menggapai itu semua.
Awalnya saya
mengira novel ini benar-benar tidak menarik karena covernya yang hitam legam
dan sukar untuk membacanya, akan tetapi setelah membacanya saya rasa saya telah
merasa tertarik dengan tulisan dari Donny Dirgantoro. Semua benar-benar ada
dalam novel ini.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Persahabatan, Cinta, dan Kehidupan
Ditulis oleh Rican Margareta
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://duniarican.blogspot.com/2011/12/persahabatan-cinta-dan-kehidupan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Rican Margareta
Rating Blog 5 dari 5
0 komentar:
Posting Komentar