Berintegritas Tinggi, tapi kok TA ?

Posted by Rican Margareta Minggu, 11 Desember 2011 7 komentar
Berintegritas Tinggi, tapi kok TA ?
Di lingkungan kampus, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya TA alias titip absen. Titip absen merupakan sebuah ritual dimana mahasiswa melakukan aksi penitipan absensi kelas melalui perantara teman dekatnya, pasti disekitar kita masih kita temui hal-hal seperti itu. Bahkan hal tersebut sudah menjadi kewajaran atau sudah menjadi hal yang biasa terjadi, dan bahkan membuat mahasiswa yang keseringan TA disebut sebagai mahasiswa hantu. Mengapa hantu? Karena raganya entah dimana, tapi ansensinya hadir. Dosen yang mengajar pun seringkali kecolongan oleh sikap mahasiswanya yang melakukan aksi TA. Mahasiswa adalah seorang yang berpendidikan tinggi dimana mahasiswa mampu berpikir lebih dewasa serta bijaksana. Akan tetapi mahasiswa yang melakukan TA punya banyak alasan mengapa ia sampai melakukakan TA seperi berikut ini :

1.      Dosen Killer
Ini menjadi salah satu faktor mahasiswa dalam melakukan TA karena ketika mahasiswa tidak nyaman dengan dosen yang mengajar, daya belajar mahasiswa menjadi berkurang bahkan terkesan membuat mahasiswa menjadi tertekan. Sehingga mahasiswanya sendiri lebih sering TA karena takut dengan dosen yang killer.
2.      Malas Kuliah
Sepertinya kebanyakan dari mahasiswa yang melakukan TA adalah mengaku karena dirinya merasa malas untuk kuliah.
3.      Matkulnya membosankan
Selain 2 faktor diatas, faktor yang ketiga ini juga tidak kalah pentingnya. Banyak dari mahasiswa sekarang juga beralasan ia tidak melakukan TA karena malas dengan matkulnya, matkulnya susah jadi seolah-olah jika mahasiwa tetap memaksakan masuk kelas ia menjadi semakin bingung dan makin stress.
Ketiga faktor diatas seringkali menjadi alasan mahasiswa dalam melakukan kecurangan absen. Mahasiswa yang katanya memiliki integritas tinggi serta pemikiran yang dewasa sepertinya tidak etis untuk melakukan hal seperti ini. Mahasiswa yang selalu menentang korupsi, tapi banyak diantara mereka juga banyak yang melakukan korupsi dalam bentuk TA ini. Karena menurut pandangan saya, korupsi merupakan salah satu bibit dari korupsi, kaitannya dengan kebiasaan titip absen bisa dikatakan bahwa norma yang berkembang kini menjadi hal yang lumrah jika kita titip absen kepada teman kuliah. Sehingga ini menjadikan perilaku keseharian yang dapat dimaklumi dan menjadi kebiasaan. Bukan rahasia umum jika kuliah masih saja menjadi ajang “pembelajaran” korupsi bagi generasi mudanya. Sisi iblis yang muncul ketika melakukan dan merencanakan sebuah kejahatan adalah sebagai sisi yang natural menurut Kluckhohn dan Strodtbeck. sehingga nilai manusia yang ada hilang ditimpa oleh nilai EVIL dalam diri manusia. Jika sudah begini, apakah norma dan kemanusiaan kita patut dipertanyakan? Ataukah kita sudah mulai belajar untuk mendidik diri sendiri dari sekarang juga, bahwa KORUPSI itu sah-sah saja? Jika ini terus berlaku dan tak bisa kita ubah, maka nanti mental kita akan semakin tajam terasah untuk kecil-kecilan korupsi dan kemudian semakin besar saja, entah ketika masih mahasiswa atau sudah bekerja.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Berintegritas Tinggi, tapi kok TA ?
Ditulis oleh Rican Margareta
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://duniarican.blogspot.com/2007/12/berintegritas-tinggi-tapi-kok-ta.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

7 komentar:

Maritsa Amaliyah mengatakan...

hati-hati yg nulis opini ini jga bisa TA :D.. bercanda

Rican Margareta mengatakan...

hahaha :D
makasih atas commentnya semuaaa

Fiansyah mengatakan...

ketoro sing gelek TA iki? :D

Rican Margareta mengatakan...

heeeeeh, aku TA pisan tok..
wkwk :D

Dyan mengatakan...

ah, masa sih?

Agista mengatakan...

Untung saya bukan mahasiswa yang demikian =D

Rican Margareta mengatakan...

hahaha iya jaman sekarang banyak yang TA sih makanya bikin postingan kek gini

Posting Komentar

Cara Buat Email Di Google | Copyright of Menggali Jejak Inspiratif ☺.